Rabu, 20 Maret 2013

REPDEM: Krisis Bawang Rentan Picu Krisis Sosial


Reporter: Mufti Sholih

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak perlu marah terkait melonjaknya harga bawang. 

"Presiden jangan hanya marah pada jajaran kementerian yang tidak becus bekerja. Bila perlu presiden harus berani segera mengganti menteri-menterinya," kata Ketua Bidang Penggalangan Tani DPN REPDEM Sidik Suhada dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (16/4).

Sidik menilai, krisis bawang harus dipandang sebagai kejadian luar biasa. "Perlu cara-cara penanganan yang luar biasa. Bila tidak segera diatasi, tidak menutup kemungkinan krisis bawang bisa menjadi pemicu krisis ekonomi, sosial, dan politik yg dapat melahirkan gerakan sosial untuk mengganti pemerintahan," jelas Sidik.

Di sisi lain, REPDEM menilai krisis bawang dapat dijadikan indikasi bahwa Indonesia sedang dilanda krisis bahan pangan. Padahal pangan, kata Sidik, adalah persoalan pokok bagi kehidupan umat manusia.

"Jika krisis bahan pangan ini meluas dan tidak dapat dikendalikan, akibatnya tidak hanya memicu kegalauan ekonomi semata, namun goncangan sosial, ekonomi, dan politik bisa terjadi."

Editor: Willy Haryono

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar